Dalam
usaha budidaya ikan, maka hal yang sangat menentukan keberhasilan adalah
perawatan ikan dan pencegahan, serta penanganan penyakit. Wabah penyakit dapat
mengakibatkan usaha budidaya ikan menjadi gagal, dan menyebabkan kerugian yang
tidak sedikit. Oleh karena itu pentingnya mengendalikan penyakit pada ikan
secara efektif dan efesien. Kita perlu mengenal jenis-jenis penyakit pada ikan,
dan bagaimana penanggulangannya.
Pada
penyakit yang disebabkan oleh bakteri biasanya ditanggulangi melalui pemberian
antibiotika dengan dosis pengobatan. Tetapi langkah pengobatan yang di
antaranya dengan pemberian quinolone, ataupun tetrtacycline acapkali tidak
efektif jika diberikan langsung di kolam karena salah satunya takaran dosis
yang tidak tepat. Pemberian lewat pakan langsung dari pabrik mungkin lebih
efektif tetapi penggunaan seperti itu biasanya tidak dibenarkan dan skala
pabrik adalah skala massal. Penggunaan antibiotika dalam pakan dengan dosis
preventif yang dilakukan dalam jangka panjang menimbulkan resistensi dan belum
lagi memperhitungkan dampak residu dalam daging.
Oleh
karena itu langkah tepat dalam upaya meminimalkan potensi serangan penyakit
adalah dengan melakukan manajemen pemeliharaan yang baik khususnya memelihara
kualitas air dan lingkungan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ikan secara
optimal.
Selain
menggunakan antibiotic untuk mengatasi penyakit pada ikan, kita dapat pula
menggunakan probiotik untuk mencegah berkembangnya penyakit pada ikan.
Probiotik merupakan mikroorganisme yang mempunyai sifat menguntungkan bagi
hewan inang, sehingga berperan menekan pertumbuhan populasi mikroorganisme
pathogen (bakteri yang merugikan).
Bakteri
probiotik yang umumnya digunakan adalah bakteri gram positif diantaranya adalah
genus Lactobacillus. Bakteri lactobacillus sp. merupakan jenis bakteri yang
menghasilkan asam laktat. Probiotik banyak digunakan dalam budidaya perikanan
untuk tujuan memelihara dan memperbaiki
kesehatan air yang secara tidak langsung akan meningkatkan kesehatan ikan
peliharaan. Mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai probiotik tidak
hanya berasal dari golongan bakteri (Bacillus,Thiobacillus) tetapi juga berasal
dari golongan yeast (Sacharomices cerevicae) dan mikro-alga (Tetraselmis sp).
Probiotik
mampu mengubah keseimbangan mikro flora yang ada dalam saluran pencernaan. Probiotik bisa terdiri atas satu atau
campuran (mix) beberapa kultur mikro organisme hidup. Probiotik merupakan
makanan tambahan bagi hewan inang berupa sel mikro organisma (mikroba) atau
sebagai pakan mikroskopik yang bertujuan memenangkan kompetisi dalam sistem
saluran pencernaan ikan (hewan inang) dengan bakteri merugikan (pathogen).
Kompetisi tersebut berlangsung dalam hal pemanfaatan nutrisi yang berasal dari
hasil metabolisme pakan dan upaya penempatan ruang dalam saluran pencernaan
untuk membentuk koloni.
Pemberian
probiotik mampu memperbaiki kondisi kualitas air dengan bertindak sebagai agen
pengurai yang ditebarkan secara langsung ke air. Pengendalian penyakit pada
budidaya ikan dengan menggunakan probiotik sangat efektif, aman dan murah.
Peranan probiotik dalam budidaya akuakultur
adalah: 1). Menekan populasi mikroba yang bersifat
merugikan yang berada dalam saluran pencernaan dengan cara berkompetisi untuk menempati
ruang (tempat menempel) dan kesempatan mendapatkan nutrisi; 2). Menghasilkan
senyawa anti mikroba yang secara langsung akan menekan pertumbuhan mikroba
pathogen dan mencegah terbentuknya kolonisasi mikroba merugikan dalam sistem
pencernaan hewan inang; 3). Menghasilkan senyawa yang bersifat imunostimulan
yaitu meningkatkan sistem imun ikan (hewan inang) dalam menghadapi serangan
penyakit dengan cara meningkatkan kadar antibodi; 4). Menghasilkan senyawa
vitamin yang bermanfaat bagi hewan inang (yang diberikan probiotik) dan secara
tidak langsung akan menaikkan nilai nutrisi pakan.
1.
ALAT
DAN BAHAN
a.
Hand Spreyer
b.
Tabung ukur
500 ml
c.
Beaker glass 10 ml
d.
Tapisan plastik
e.
Timbangan
f.
Pakan ikan
g.
Probiotik
h.
Gula
i.
Air
|
2.
LANGKAH
KERJA
a. Tuangkan probiotik ke dalam beaker glass
sebanyak 10 ml
b. Larutkan probiotik tersebut ke dalam air
sebanyak 500 ml (1/2 liter)
c. Tambahkan gula pasir sebanyak 1 sendok teh dan
laurutkan. Kemudian diamkan 10 menit.
d. Timbang pakan ikan sebanyak 2,5 kg kemudian
simpan pada wadah tampah plastik
e. Masukan probiotik ke dalam botol hand spreyer
kemudian semprotkan pada pakan ikan hingga merata
f. Kering anginkan pakan yang sudah di campur
dengan probiotik sambil diaduk dengan tangan
g.
Pakan siap diberikan pada ikan peliharaan
|